Tampilkan postingan dengan label history. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label history. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Maret 2011

The 10 Richest Young People in the World

What is the one thing the world’s youngest billionaires have in common? For one, most of our top list – have made their money from the internet, and started with – not a lot.

Perhaps there is something to be said for the vast opportunities the world wide web has opened up for the ingenious entrepreneurs, and many more that walk in their footsteps.

Here is Forbes list of youngest billionaires:


1. Dustin Moskovitz, 26 (Facebook):
$1.4 billion
Facebook's first chief technology officer, he left in 2008 to start Asana, a software company that allows individuals and small companies to better collaborate. His entire fortune comes from his 6 percent stake in Facebook.


2. Mark Zuckerberg, 26 (Facebook):
$6.9 billion
The Harvard dropout and Facebook CEO was the biggest percentage gainer on this year's Forbes 400 list. Last month he agreed to donate $100 million to Newark's troubled schools.

3. Scott Duncan, 27 (pipelines): $3.1 billion

The son of the late Dan Duncan assumed control of part of his family's $12.4 billion pipeline empire after his father's death last March. T

4. Eduardo Saverin, 28 (Facebook): $1.15 billion
Brazilian-born Saverin cofounded Facebook with Harvard classmate Mark Zuckerberg and for a brief time had a one-third stake. When Zuckerberg quit school to relocate to California, Saverin stayed behind to graduate. A year later Facebook sued him; he countersued. The parties settled with Saverin apparently getting a 5 percent stake and cofounder bio on Facebook's site.

5. John Arnold, 36 (hedge funds): $3.3 billion
The former Enron oil trader founded hedge fund Centaurus after the energy outfit famously collapsed. His fund now has $5 billion under management, and he and his wife Laura recently pledged half of their wealth to the Gates-Buffet challenge.

6. Sergey Brin, 37 (Google): $15 billion
Emigrated from Russia at age 6; his mother was a research scientist at NASA. He met Larry Page in computer science Ph.D. program at Stanford and dropped out in 1998 to start Google.

7. Larry Page, 37 (Google): $15 billion
The Google cofounder dropped out of his Stanford Ph.D. program in 1998 to start the search engine.

8. Daniel Ziff, 38 (inheritance, hedge funds): $4 billion
The youngest son of the late William Ziff Jr. who built the Ziff-Davis publishing empire (PC Magazine, Car & Driver, Boating) and later sold out. Daniel and his brothers Dirk and Robert inherited their father's fortune, which they have since reinvested in Ziff Brothers Investments.

9. Lorenzo Fertitta, 41 (casinos, Ultimate Fighting Championship): $1 billion
Fertitta returns to billionaire status thanks to growing martial arts league Ultimate Fighting Championship, which he owns with his older brother Frank.


10. Jerry Yang, 41 (Yahoo):
$1.15 billion
Born in Taiwan, Yang moved to the U.S. at age 10. He created his Web directory in 1994 with partner David Filo when both were Stanford grad students. Yahoo cofounder made his debut among America's 400 richest at age 29.


source : economywatch.com

fri, march 11th 2011

Selasa, 14 September 2010

Kisah Gadis Pandu di Masa Perang

TEMPO Interaktif, Menggunakan selimut putih, Anna, 17 tahun, menyembunyikan seluruh tubuhnya di atas salju yang tengah menutupi tanah Warsawa, Polandia, pada 1939. Cara ini ditempuh gadis muda itu agar bisa melewati tiga garis depan peperangan demi bertemu dengan ayahnya.

Sang ayah melarikan diri dari Polandia pada 1939, saat negara itu berusaha mempertahankan diri dari pendudukan Nazi. Saat itu Anna, ibu dan saudara perempuannya, masih tinggal di Polandia. Ketika mendengar kabar sang ayah sakit, pihak keluarga meminta Anna menemui ayahnya.

Anna dipercaya bisa menembus garis depan perang karena sehari-hari bekerja sebagai gadis pandu. Dan memang dengan keahliannya sebagai pandu, Anna akhirnya berhasil melewati garis depan ketiga yang dekat dengan penjagaan tentara Jerman untuk menemui sang ayah. »Saya dapat mendengar mereka (tentara Jerman) bernapas. Jika saya tidak mendapat pelajaran di pandu sebagai penguntit, saya tak akan pernah sampai ke sana,” ujarnya, mengenang.

Tidak hanya Anna. Ketika perang berkecamuk di Eropa, ratusan ribu gadis muda juga memilih menjadi pandu ketimbang pergi ke sekolah. Mereka tergerak membantu setelah terjadi banyak tragedi pembunuhan.

Margaret Collins, misalnya. Dia satu dari 750 ribu pemandu di Inggris saat perang berlangsung. Margaret menjadi pandu di Maidstone, Kent, pada 1939. Kendati masih muda, Margaret paham benar situasi saat itu. Karena itu, dia membantu di balai kota, tempat ia mendengar pengumuman perang.

»Saya membantu langsung pengungsi,” kisahnya. Ia dan rekannya mengubah rumah tua yang kosong di sepanjang London Road menjadi tempat pengungsian ibu-ibu hamil. Dia juga mengungkapkan sulitnya ke sekolah karena sewaktu-waktu terjadi serangan udara dan bom.

Kisah gadis pandu juga diungkapkan oleh Betty Wiggins-Jones, 87 tahun. Betty bergabung menjadi pandu setelah tahun 1931. Sesaat sebelum perang meletus pada 1939, Betty berkunjung ke kamp bersama putri kerajaan di Harewood House, Ledds. Tugasnya tak hanya itu. Ketika hari Minggu tiba, ia mewakili Inggris membawa panji kerajaan saat berlangsung parade gereja.

Berbagai kisah gadis pandu ini dirangkum dalam sebuah buku berjudul How Girl Guides Won the War oleh Janie Hampton. »Gadis pandu Polandia luar biasa,” kata Hampton. »Mereka bagian dari perlawanan, menjadi kurir, menyelundupkan makanan ke penjara perang, membawa keluar dan melindungi anak-anak Yahudi. Banyak di antara pemandu keturunan Yahudi,” ujarnya.

Tak sedikit pandu yang berjalan melewati got-got di Warsawa demi misi mereka. »Prinsip mereka benar-benar luar biasa: tidak mati sampai kematian menjemput. Bahkan saat berada di kamp konsentrasi, mereka tidak menyerah walaupun tahu akan mati,” ujar Hampton.

Agar sukses dalam tugas, seorang gadis harus mengikuti pelatihan sebelum menjadi pandu. Salah satunya pelatihan pengiriman atau penerima sinyal. Pelatihan telegraf mengharuskan mereka mengirim pesan dalam bentuk kode Morse dengan kecepatan 30 huruf per menit. Latihan ini dimaksudkan agar mereka punya keahlian dasar dalam banyak bidang yang bermanfaat saat negara membutuhkannya.


Tempo - Senin, 13 September

Kamis, 02 September 2010

Lentera Langka Romawi Ditemukan di Lahan Petani Inggris

London - Satu lentera utuh yang terbuat dari perunggu dari jaman Romawi dan diduga oleh para ahli sebagai satu-satunya di Inggris, telah ditemukan di satu ladang oleh orang yang tertarik untuk mendeteksi logam.

Benda unik peninggalan sejarah tersebut, yang berasal dari antara Abad 1 dan 3 SM ditemukan oleh Danny Mills (21) dalam kegiatan pendeteksian di dekat Sudbury, Suffolk.

Mills melaporkan temuan itu ke beberapa ahli arkeologi setempat dan pemilik lahan tersebut belakangan menyumbangkannya kepada mueseum wilayah.

Konservator di Colhester and Ipswich Museum, yang mengembalikan objek tersebut mengatakan itu adalah contoh hasil karya manusia yang sangat langka dan indah.

Beberapa ahli arkeologi mengatakan Museum Inggris di London hanya memiliki beberapa potong temuan serupa dan barang simpanannya yang hampir lengkap ditemukan di kota Pompeii, Romawi, di Italia selatan.

Suffolk dikenal dipenuhi vila Romawi dan negara permukiman pada Abad Ke-2 dan banyak ahli berspekulasi wilayah itu mungkin telah digunakan oleh tuan tanah kaya untuk berpindah di antara vilanya dan rumahnya pada malam hari.

Lentera tersebut menyamai lampu badai modern dan api di lentera itu diduga telah dilindungi oleh lapisan tanduk tipis --yang sekarang sudah rusak. Tanduk tersebut diduga telah diiris sampai tembus pandang.

"Yang sangat mengagumkan dengan lentera itu ialah rantai yang digunakan untuk menggantunya masih kelihatan dan dapat bergerak seperti rantai modern dan belum dimakan karat sehingga jadi gumpalan logam," kata Hogarth.

Lentera itu baru-baru ini telah ditampilkan di satu epidose serial BBC saat ini "Digging for Britain" dan dapat dilihat di Ipswich Museum.

Sumbeer, Antara.com,kamis 2 september 2010

Jumat, 27 Agustus 2010

Sisa-sisa Legiun Kesembilan Ditemukan

London: Legiun Kesembilan merupakan pasukan tertua dan yang paling ditakuti di seluruh Kekaisaran Romawi. Namun pada satu masa usai 108 sebelum Masehi, legiun ini menghilang dan tidak pernah terdengar lagi kabarnya. Dan sekarang, para arkeolog mengklaim telah menemukan puing-puing yang diperkirakan menjadi rumah dari legiun yang hilang ini.

Highways Agency tidak sengaja menemukan situs ini ketika sedang menggali jalanan A1 antara Dishforth dan Leeming di utara Yorkshire. Jalan A1 merupakan jalan terpanjang di Inggris yang menghubungkan hampir semua wilayah di negeri tersebut. Lokasi situs ini berdekatan dengan puing-puing sebuah benteng di Healam Bridge yang merupakan garis pertahanan terdepan Kekaisaran Romawi, dua ribu tahun lampau. Para peneliti yakin bahwa bekas rumah legiun Romawi yang hilang ini berfungsi untuk membantu mempertahankan benteng di Healam Bridge tersebut.

Di dalam situs yang masih terus digali ini ditemukan sisa-sisa penggilingan tepung yang digunakan untuk menggiling gandum dan memproduksi makanan bagi pasukan, pakaian, dan tembikar. Arkeolog juga menemukan sejumlah koin, pecahan keramik, dan setengah ton tulang belulang binatang. Mereka juga mengekskavasi sisa-sisa kremasi 14 mayat manusia dan kerangka seekor kuda di bawah sebuah bangunan. Kuda tersebut diperkirakan disembelih sebagai bagian dari ritual pengorbanan kepada dewa-dewa untuk membawa keberuntungan terhadap bangunan tersebut.

Legiun Kesembilan telah memenangi berbagai peperangan di seluruh Kekaisaran Romawi, dari Gaul ke Afrika, Sisilia ke Spanyol dan dari Jerman ke Inggris. Banyak ahli yang percaya bahwa legiun ini menghilang setelah dikirimkan untuk berperang melawan bangsa Picts di Skotlandia dan tidak pernah kembali. Teori lainnya yang lebih sederhana memprediksi bahwa legiun ini membubarkan diri setelah memperoleh hasil memalukan dalam peperangan. Teori-teori mengenai apa yang terjadi terhadap Legiun Kesembilan telah menelurkan sejumlah novel, serial televisi dan sejumlah film.

Gary Frost, manajer proyek Highways Agency mengatakan, proses ekskavasi yang dimulai sejak Juli tahun lalu ini memberikan para ahli sebuah "jendela unik" untuk memandang langsung ke masa lalu. Serta, mengetahui apa yang terjadi terhadap Legiun yang hilang ini. "Situs ini mengungkapkan sebuah dunia yang tersembunyi, yang menunjukan bagaimana bangsa Romawi mempertahankan benteng (Healam Bridge) ini dan wilayah sekitarnya," jelas Frost.

dikutip dari liputan6.com,jum'at 27 agustus 2010

Kamis, 26 Agustus 2010

Arkeolog Temukan Kota Mesir yang Berusia 3.500 Tahun

Kairo - Para ahli arkeologi telah menemukan bekas sebuah perkampungan yang berusia 3.500 tahun di salah satu oasis padang pasir Mesir yang lebih tua 1.000 tahun dibandingkan dengan kota-kota sebelumnya, kata kementerian kebudayaan, Rabu.

Misi Yale University yang menggali di Oasis Umm El-Kharga, satu dari lima padang pasir di bagian barat Mesir, yang terletak sekitar 200Km di selatan Kairo, mendapatkan temuan itu ketika sedang bekerja untuk memetakan rute kuno di Padang Pasir Barat.

Perkampungan itu, menurut pernyataan kementerian kebudayaan, terletak di sepanjang tempat yang digunakan menjadi rute kafilah yang sibuk yang menghubungkan Lembah Nil dengan oasis-oasis barat dan menjangkau Darfur di Sudan.

Tempat itu mencapai puncaknya pada akhir Kerajaan Pertengahan (Middle Kingdom) 1786-1665 SM.

Sisa-sisa sebuah toko roti kuno seperti dua oven dan sebuah roda tempat pembuat barang-barang tembikar yang digunakan untuk membuat cetakan roti keramik di mana roti dibakar juga ditemukan, memberi kesan tempat itu adalah pusat besar makanan, kata pemimpin misi John Darnell.

dikutip dari antara.com, kamis 26 agustus-2010

Kerangka Manusia Purba Dikeluarkan Dari Gua di Mexico

Mexico City - Kerangka anak dari masa prasejarah dikeluarkan dari gua bawah air di Mexico empat tahun setelah beberapa penyelam secara kebetulan menemukan kerangka yang terpelihara baik yang menawarkan petunjuk migrasi manusia purba.

Kerangka anak kecil itu, yang dinamakan Young Hol Chan, berusia lebih dari 10.000 tahun dan termasuk di antara tulang-belulang manusia paling tua yang ditemukan di benua Amerika.

Kerangka tersebut ditemukan pada 2006 oleh pasangan penyelam gua dari Jerman yang melakukan eksplorasi lubang akibat peristiwa unik, tanah amblas setelah banjir, yang dikenal sebagai "cenote", kejadian yang lazim di negara bagian Quintana Roo, Mexico timur.

Beberapa ilmuwan memerlukan waktu tiga tahun untuk mempelajari kerangka di tempat mereka terbaring sebelum memutuskan bahwa aman untuk membawa kerangka itu ke permukaan untuk studi lebih lanjut, demikian pernyataan Lembaga Nasional bagi Antropologi dan Sejarah Mexico.

Lembaga tersebut mengkoordinasikan studi tentang migrasi manusia purba ke Mexico timur yang bertujuan memperdalam pemahaman tentang pergerakan orang di seluruh Selat Bering pada akhir Musim Es terakhir.

Young Hol Chan, yang namanya diambil dari sumur tempatnya berada, ditemukan di gua gelap 8,3 meter di bawah permukaan air.

dikutip dati antara.com. rabu 25 agustus-2010