Kamis, 10 Maret 2011

Sehatkah Air Berozon


Sehatkah Air Berozon

Belakangan botol-botol minuman yang dilengkapi alat penghasil ozon mulai beredar di pasaran. Katanya, air mengandung ozon baik bagi kesehatan. Benarkah?
Seperti dikutip dari laman Live Strong, sebuah yayasan sanitasi mengungkap bahwa ozon efektif menghancurkan kuman, bakteri, virus, jamur, spora, kista, lumut dan zat organik lainnya. Ozon juga dapat menetralisir bahan kimia berbahaya seperti logam dan belerang.
Karena reaksi oksidasi yang dihasilkan tak meninggalkan rasa dan bau, ozon bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas air minum. Tak hanya air minum, aplikasi teknologi ozon juga bisa diterapkan untuk pengawetan dan pengolahan makanan.
Bidang kesehatan juga memanfaatkan ozon untuk sterilisasi alat-alat kedokteran. Ozon dapat pula dipergunakan untuk memperlancar jalannya aliran darah.
Di balik manfaatnya, ozon menyimpan sejumlah kelemahan. Proses pengolahan air dengan ozon yang tak sempurna berpotensi menstimulasi reaksi kimia berbahaya seperti bromate. Menurut agen perlindungan lingkungan Amerika Serikat, paparan jangka panjang bromate dapat meningkatkan risiko kanker.
Bagi pengguna botol minuman berozon, sangat disarankan untuk selalu memerhatikan langkah penggunaan dan perawatan sesuai petunjuk. Jangan sembarangan menggunakannya, demi mendapatkan manfaat maksimal dari air berozon.

6 Manfaat Cinta Bagi Kesehatan

Apakah Anda sedang jatuh cinta? Menurut peneliti, rasa cinta adalah emosi murni yang tulus dan bisa menyehatkan tubuh. Benarkah?

Jatuh cinta bisa menyehatkan dengan syarat, harus stabil dan selalu merasa nyaman dengan hubungan cinta yang sedang dijalankan. Mau tahu manfaat perasaan cinta lainnya untuk kesehatan, berikut seperti dikutip dari Idiva.com

1. Anda lebih bahagia
"Berada dalam suatu hubungan memungkinkan tubuh Anda melepaskan hormon bahagia, yang membuat Anda selalu merasa baik,” kata psikolog klinis asal Mumbai, H'vovi Bhagwagar.

2. Kekebalan tubuh jadi lebih baik
Jatuh cinta akan memberikan dorongan kekebalan tubuh Anda. "Anda lebih tenang dan berpikiran positif, tentu ini menjadikan Anda tidak rentan terhadap pilek dan batuk," kata H'vovi.

Sementara depresi atau perasaan sedih membuat Anda rentan terhadap serangan virus pilek dan flu.

3. Menghilangkan sakit dan nyeri
Berada dalam suatu hubungan yang stabil, memberikan Anda keamanan, sehingga dapat berbagi segala sesuatu yang Anda lewati. "Perasaan ini membantu Anda mengatasi rasa sakit dan nyeri yang lebih baik," kata dr Dhwanika Kapadia.

Pasangan akan memotivasi Anda dan membantu melewati rasa sakit atau nyeri yang menyerang.

4. Meningkatkan konsentrasi
Pasangan yang saling mencintai dan peduli memungkinkan Anda memberikan yang terbaik. Hal ini memungkinkan Anda berkonsentrasi pada pekerjaan Anda. Dengan demikian bisa meningkatkan kinerja Anda.

"Ketika Anda bahagia, daya kretivitas akan semakin meningkat,” kata H'vovi. Apalagi jika satu sama lain saling memotivasi, ini akan menjadi hal yang jauh lebih baik. Tak hanya untuk hubungan tapi juga kesuksesan kerja.

5. Siklus haid jadi teratur
Siklus menstruasi tergantung pada berbagai hal, seperti kesehatan dan gizi. Stres merupakan faktor penting juga. "Wanita dalam hubungan jangka panjang cenderung merasa tertekan. Namun dengan adanya perasaan cinta yang stabil akan membuat siklus haid teratur," kata H'vovi.

6. Terhindar dari stres
Wanita yang sudah menikah atau mereka yang telah memiliki kekasih, kemungkinan merasa cemas atau memiliki masalah sepele sangat sedikit. Mereka tahu bahwa mereka memiliki pasangan yang saling memahami satu sama lain dan merasa saling memiliki.

"Rasa memiliki menjadi sistem pendukung, membantu Anda menangani masalah dengan mudah," kata Dhwanika. Hal ini membuat stres berkurang dan risiko tekanan darah tinggi juga rendah, termasuk ketegangan dan migren.


sumber ; vivanews.com
minggu, 13 februari 2011

Ukur Kesetiaan Pria Lewat Nada Suara

Bahasa tubuh dapat menjadi indikasi seseorang sedang berselingkuh atau tidak setia. Namun tak hanya itu, lewat nada suara, Anda juga dapat mendeteksi kesetiaan pasangan. Benarkah? Coba buktikan sendiri!

Peneliti menemukan, pria dengan nada suara makin rendah makin besar kemungkinannya akan menjadi pasangan yang tak setia. Sebaliknya, pada wanita yang memiliki volume suara lebih tinggi lebih mungkin untuk tidak setia.

Seperti dikutip dari Daily Mail, penelitian dari McMaster University adalah penelitian pertama yang menguji hubungan antara nada suara dan perselingkuhan. Pengujian ini berdasarkan wawasan adanya evolusi dari suara manusia dan hubungannya dengan cara seseorang memilih pasangan.

Salah seorang peneliti, Jillian O'Connor berkata, "Dalam hal strategi seksual, kami menemukan bahwa pria dan wanita akan menggunakan nada suara sebagai trik untuk memikat lawan jenis."

Peserta dalam penelitian, yang diterbitkan dalam jurnal Evolutionary online Psikologi, diminta untuk mendengarkan dua versi klip yang direkam dari suara pria dan wanita. Secara elektronik nada suara dimanipulasi untuk menjadi lebih tinggi dan lebih rendah. Kelompok ini kemudian bertanya yang mana, dari masing-masing pasangan, lebih mungkin untuk berselingkuh secara seksual pada pasangan mereka.

Profesor David Feiberg, yang juga berpartisipasi penelitian itu, mengatakan, "Nada suara merupakan alasan yang mempengaruhi persepsi adanya perselingkuhan. Hal ini mungkin karena adanya hubungan antara pitch atau nada suara, hormon dan perselingkuhan.

"Pria dengan kadar testosteron yang lebih tinggi memiliki suara bernada rendah, dan wanita dengan tingkat estrogen lebih tinggi memiliki suara bernada tinggi. Tingginya kadar hormon ini berhubungan dengan perilaku setia, dan temuan kami menunjukkan individu dapat menggunakan ini dalam pencarian pasangan."

Perselingkuhan memang bisa memberikan dampak emosional, karena berpotensi merugikan keluarga dan mengganggu kondisi finansial. "Tapi ini menunjukkan bahwa melalui proses evolusi, kami telah mempelajari cara untuk menghindari pasangan yang mungkin tidak setia sebagai mekanisme perlindungan."


sumber : vivanews.com
elasa, 8 maret 2011